Sabang | Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam menghadiri Focus Group Discussion (FGD) bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dan Asian Development Bank (ADB), untuk membahas rencana pengembangan Sabang melalui Sabang Integrated Sustainable Tourism and Urban Development Project.
FGD yang diselenggarakan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) berlangsung di Ruang Aula Lantai IV Kantor Pusat BPKS Sabang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Joint Consultative Mission untuk melihat potensi, kebutuhan, dan tantangan pengembangan pariwisata berkelanjutan serta pembangunan kawasan perkotaan Sabang.
Dalam forum tersebut, Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam menyoroti posisi strategis Sabang dan pentingnya memperkuat konektivitas, terutama melalui percepatan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) BPKS. Ia mengatakan, sekitar dua bulan lalu dirinya bersama Kepala BPKS telah bertemu dengan Wakil Menteri Perhubungan untuk membahas percepatan rencana tersebut.
“Kita harap bisa dipercepat, karena kalau kita lihat posisi Sabang strategis sekali di selat Malaka yang jalurnya paling ramai dilewati kapal,” kata Zulkifli, Jumat (25/9).
Menurutnya, posisi tersebut membuka peluang bagi Sabang untuk memberikan layanan kepada kapal-kapal yang melintas, termasuk kebutuhan air dan listrik. Potensi panas bumi Jaboi juga dapat mendukung kebutuhan energi di Sabang.
“Kalau kapal-kapal itu bisa singgah di Sabang, kita bisa memberikan layanan. Singgah untuk air, singgah untuk listrik, itu sebenarnya peluang yang besar,” ujarnya.
Di sektor pariwisata, Malaysia menjadi salah satu pasar wisatawan mancanegara yang penting bagi Sabang, sementara Medan menjadi salah satu sumber wisatawan domestik.
Karena itu, Zulkifli berharap pembahasan bersama Bappenas dan ADB dapat membantu memperkuat arah pengembangan potensi tersebut. Pemerintah Kota Sabang siap mendukung pengembangan tersebut melalui fasilitasi, perizinan, dan penguatan koordinasi dengan BPKS.
Sejalan dengan itu, Kepala BPKS Iskandar Zulkarnaen menekankan pentingnya keterpaduan peran BPKS dan Pemerintah Kota Sabang dalam pembangunan kawasan. Menurutnya, dua tema utama yang perlu diperkuat adalah pariwisata berkelanjutan dan industri kelautan, yang dikembangkan secara bertahap dengan memperhatikan konektivitas, pelabuhan, kawasan perkotaan, lingkungan, dan pengelolaan sampah.
“Dengan perencanaan yang terintegrasi, proyek-proyek pembangunan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, tetapi dapat diimplementasikan secara kolaboratif oleh BPKS, Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Aceh, serta kementerian terkait yang juga memiliki peran di kawasan ini,” terang Iskandar.
Berangkat dari potensi dan kebutuhan tersebut, Direktur Pembangunan Indonesia Barat Kementerian PPN/Bappenas, Jayadi, menjelaskan bahwa kunjungan konsultatif ini menjadi bagian dari validasi rencana proyek dengan melihat kondisi lapangan, kebutuhan, pihak yang terlibat, pembiayaan, serta tahapan pengembangan yang realistis.
“Ini bukan hanya sebuah perjalanan melihat-lihat, tapi menurut kami ini adalah sebuah kesempatan penting untuk validasi proyek-proyek yang sedang kami siapkan bersama teman-teman Bappenas dan teman-teman ADB,” ujar Jayadi.
Menurutnya, pengembangan perlu dilakukan bertahap dan selaras dengan master plan agar pariwisata dapat membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi, serta berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan dan pengangguran.
Dari sisi ADB, Water and Urban Development Sector Office ADB, Nicolas Pitet, menyampaikan bahwa konsultasi tersebut diarahkan untuk melihat lebih detail potensi, peluang, dan kendala pengembangan pariwisata Sabang. Pariwisata dinilai memiliki potensi menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan pendapatan, termasuk bagi perempuan, anak muda, dan pelaku UMKM.
Pengembangannya perlu memperhatikan tata kelola, manfaat sosial-ekonomi, budaya, dan lingkungan, serta didukung infrastruktur dasar seperti air bersih, energi, pengelolaan sampah, transportasi, dan aksesibilitas.
Kebutuhan tersebut kemudian menjadi perhatian Senior Infrastructure Specialist ADB, Kin Chan, yang menekankan pentingnya kerja sama Pemerintah Kota Sabang dan BPKS dalam memperkuat layanan dasar dan mendukung pengembangan pariwisata secara terintegrasi. Koordinasi kedua pihak juga diperlukan untuk menjawab tantangan seperti konektivitas, internet, dan pengelolaan sampah.
Melalui FGD tersebut, Pemerintah Kota Sabang, BPKS, Bappenas, dan ADB membahas pengembangan Sabang secara terpadu dengan menghubungkan potensi pelabuhan, pariwisata, konektivitas, infrastruktur, ekonomi masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.
-Mj Eric Karno | Mei Sabang News