IMG-20260816-WA0029

Pidie Jaya mediamataelangindonesia.com ,– Sebuah suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti Gedung Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pidie Jaya pada Sabtu pagi. Di tempat inilah, Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA, S.Sos, ME, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) secara resmi mengukuhkan 30 pemuda-pemudi terbaik sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Pidie Jaya untuk tahun 2026.

Prosesi pengukuhan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan puncak dari perjalanan panjang seleksi dan latihan keras yang telah mereka lalui. Mereka adalah wajah-wajah segar yang terpilih dari ratusan pendaftar, dan kini dipercaya untuk mengemban misi suci pada peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.

Rangkaian acara dimulai dengan pembentukan barisan yang rapi dan penuh disiplin, diikuti dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menggema, Shalawat Badar, dan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan dengan penuh penghayatan. Suasana semakin hening ketika seluruh peserta dan undangan diajak untuk mengheningkan cipta, mengenang jasa para pahlawan bangsa. Puncak dari prosesi internal adalah pembacaan Ikrar Putra Putri Indonesia, sebuah janji suci untuk mengabdi pada tanah air, yang diucapkan dengan lantang dan kompak oleh seluruh anggota Paskibraka.

Momen paling mengharukan terjadi saat penyematan lencana dan pengikatan kendit secara simbolis oleh Bupati dan perwakilan Forkopimda. Tanda ini menjadi legitimasi sekaligus beban tanggung jawab yang kini menyandang di pundak mereka. Sebagai bentuk doa restu dari masyarakat dan adat istiadat setempat, acara dilanjutkan dengan prosesi peusijuek yang dipimpin oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie Jaya, sebuah ritual tradisional Aceh sebagai simbol permohonan keselamatan dan kelancaran.

Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi menekankan bahwa tugas yang diemban para pemuda ini jauh melampaui sekadar mengerek dan menurunkan bendera merah putih.

“Anak-anakku, ini bukan sekadar tugas teknis. Ini adalah amanah besar yang membawa nama baik keluarga, sekolah, dan seluruh masyarakat Pidie Jaya. Lebih dari itu, kalian adalah representasi kehormatan bangsa Indonesia di momen paling sakral kemerdekaan kita,” tegas Bupati dengan nada penuh haru.

Orang nomor satu di Pidie Jaya itu juga memberikan pesan-pesan strategis. Ia meminta agar setiap anggota menjaga kondisi fisik dan mental yang prima. Disiplin dan kepatuhan kepada pelatih menjadi kunci utama untuk menghasilkan formasi yang sempurna. “Jaga kekompakan, karena di balik kibaran Merah Putih yang gagah, ada kerja sama tim yang solid. Jangan biarkan satu kesalahan kecil pun terjadi, karena Sang Saka Merah Putih adalah lambang jiwa kita,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Bupati berharap pengalaman berharga ini tidak berhenti pada 17 Agustus nanti. Ia berpesan agar nilai-nilai kedisiplinan, ketangguhan, dan semangat kepemimpinan yang didapat selama masa latihan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk menjadi generasi emas Pidie Jaya di masa depan.

Dengan iringan doa dan semangat yang membara dari seluruh Forkopimda dan para orang tua yang hadir, Paskibraka Pidie Jaya Tahun 2026 resmi dilantik. Harapan besar pun tertuju pada mereka: agar pada hari kemerdekaan nanti, pengibaran dan penurunan Bendera Pusaka dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh khidmat. Mereka adalah bukti nyata bahwa semangat kepahlawanan terus hidup di dada generasi muda Aceh, siap mengibarkan bendera persatuan di langit Pidie Jaya.

Pewarta: CM Cek Mad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *