IMG-20260815-WA0645

Meureudu, mediamataelangindonesia.com 15 Agustus 2026 – Nuansa khidmat dan kebersamaan menyelimuti Masjid Agung Tgk. Chik Pante Geulima, Meureudu, pada Jumat malam (14/8/2026). Ratusan jamaah dari berbagai elemen masyarakat memadati masjid untuk melaksanakan Salat Magrib berjamaah dan Zikir Damai dalam rangka memperingati Hari Damai Aceh yang ke-XXI.

Kegiatan yang digagas oleh Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Dinas Syariat Islam ini menjadi momen refleksi kolektif atas perjalanan panjang perdamaian di tanah Rencong yang telah memasuki usia dua dekade lebih. Acara berlangsung hikmat dengan dipimpin oleh Tgk. Syukrullah, seorang ulama kharismatik setempat, yang membimbing para jamaah dalam lantunan zikir dan doa bersama.

Momentum Penguat Persatuan

Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi MA, S. Sos, ME, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, zikir dan doa bersama adalah ruang spiritual untuk memperkuat ukhuwah (persaudaraan) di tengah keberagaman.

“Perdamaian adalah amanah besar yang telah dititipkan kepada kita semua. Selama 21 tahun ini, kita telah menikmati ketenangan. Tugas kita sekarang adalah menjaga dan mengisinya dengan hal-hal produktif. Saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai penguat semangat kebersamaan dan gotong royong,” ujar Bupati Sibral dengan penuh haru.

Beliau juga menekankan bahwa perdamaian adalah modal utama pembangunan daerah. “Tanpa kedamaian, pembangunan tidak akan berjalan maksimal. Mari kita isi perdamaian dengan pembangunan yang berkeadilan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pidie Jaya,” tambahnya.

Instruksi Tegas untuk ASN

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pidie Jaya, baik PNS, PPPK penuh waktu, maupun PPPK paruh waktu, diarahkan untuk hadir dalam kegiatan ini. Hal ini sebagai bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga nilai-nilai persatuan.

Kehadiran para Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala SKPK, Kabag Setdakab, Sekretaris LKA/LKD, serta para Camat menunjukkan komitmen tinggi jajaran pemerintah dalam memberikan teladan kepada masyarakat. Hal ini juga menjadi ruang silaturahmi yang efektif antara birokrasi dan masyarakat, sekaligus membangun komitmen kolektif untuk menjaga keamanan dan ketenteraman daerah.

Harapan untuk Pidie Jaya yang Maju dan Sejahtera

Melalui zikir yang dipanjatkan, Bupati berharap nilai-nilai perdamaian semakin tertanam dalam sanubari masyarakat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa ikhtiar spiritual harus dibarengi dengan kerja nyata.

“Zikir adalah ikhtiar kita kepada Allah SWT, sedangkan menjaga perdamaian, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan membangun daerah secara bersama-sama adalah ikhtiar nyata kita. Mari kita wujudkan Pidie Jaya yang aman, damai, maju, dan sejahtera untuk anak cucu kita,” pungkasnya.

Acara yang berlangsung hingga pukul 21.00 WIB ini ditutup dengan doa bersama memohon perlindungan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Aceh, khususnya Kabupaten Pidie Jaya, agar senantiasa dijauhkan dari segala bentuk permusuhan dan konflik. (CM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *