Baubau,mediamataelangindonesia.com – Pemerintah Kota Baubau terus berkomitmen mengawal kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Baubau yang merupakan salah satu agenda strategis Presiden RI. Karena itu, Satgas program MBG Kota Baubau yang dipimpin oleh Asisten I Pemerintahan, La Ode Aswad, S.Sos., M.Si didampingi Kabag Kesra serta Setda Kota Baubau La Ode Maaruf dan Satuan Tugas Badan Gizi Nasional Sultra koordinator Kota Baubau melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Betoambari Lipu 01 dan SDN 1 Katobengke pada Jumat pagi (17/07/2026).
Dalam keterangan persnya usai meninjau SPPG Betoambari Lipu 01 dan SDN1 Katobengke, Assiten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Baubau menegaskan kehadiran Satuan Tugas (Satgas) MBG dibentuk khusus untuk mengurai segala hambatan yang terjadi di lapangan.
“Tugas utama Satgas ini adalah memastikan program MBG berjalan dengan lancar. Pemerintah hadir untuk memastikan jika ada sumbatan atau kendala-kendala di lapangan, kamilah yang bertugas menyelesaikan dan memfasilitasi kesulitan tersebut,” ujar La Ode Aswad saat diwawancarai awak media.
Ditambahkan fungsi pemerintah daerah melalui perangkat camat dan lurah berfokus pada aspek non-teknis, seperti jaminan keamanan dan kondusifitas lingkungan di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.”Misalnya terkait potensi gangguan atau ancaman di sekitar SPPG MBG, itu menjadi tugas pemerintah melalui camat dan lurah setempat untuk memastikan keamanan, ketenteraman, dan keselamatan. Satgas tidak masuk ke ranah teknis dapur atau operasional transfer, melainkan memastikan secara umum alur operasionalnya berjalan lancar,” tambahnya.
Selain memantau kesiapan dapur, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Baubau ini juga menyoroti pentingnya komitmen dari pihak sekolah, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA dalam mendukung standardisasi program ini. Salah satu indikator yang diapresiasi adalah penyediaan ruang transit makanan yang layak sebelum dibagikan kepada para siswa.
“Kami memastikan komitmen kepala sekolah dan guru. Contohnya tadi, kepala sekolah sudah menyediakan ruang transit makanan yang memenuhi standar kelayakan sebelum didistribusikan ke anak-anak. Komitmen seperti ini sangat penting agar MBG berjalan tepat sasaran sebagai program strategis nasional,” jelasnya.
Dari hasil pengamatan berkala, La Ode Aswad mencatat adanya tren peningkatan performa yang signifikan dari seluruh tim pelaksana di lapangan. Jika pada awal peluncuran program ritme kerja dirasa masih santai, saat ini sistem distribusi dan pembagian makanan dinilai jauh lebih sigap dan teratur.
La Ode Aswad mengakui hasil evaluasi difokuskan pada SPPG-MBG yang menjadi lokus peliputan. Pemerintah berharap, dengan keterbukaan dan koordinasi tim yang terus berjalan, seluruh dapur produksi dan satuan pendidikan dapat menyelenggarakan program ini sesuai dengan standar yang diharapkan pemerintah. Hasil pemantauan lapangan ini nantinya akan dilaporkan secara berjenjang ke tingkat atas sebagai bahan evaluasi keberlanjutan program.
Sementara itu, BGN Sultra Koordinator Kota Baubau Hamirudin mengungkapkan, Pemerintah Kota Baubau bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Tugas (Satgas) terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah. Monitoring dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar pelayanan dan kualitas yang telah ditetapkan.
”Hingga saat ini Program MBG belum dapat menjangkau wilayah Pulau Makassar karena Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut masih dalam proses dan belum beroperasi secara nasional.Meski demikian, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional yang berkomitmen bersama Pemerintah Kota Baubau agar layanan MBG di Pulau Makassar dapat segera direalisasikan.Secepatnya kami upayakan agar SPPG MBG di Pulau Makassar dapat segera beroperasi sehingga seluruh sasaran penerima manfaat dapat terlayani,”ungkapnya.(Red)
