
JAYAWIJAYA,mataelangindonesia.com – Harapan panjang masyarakat pedalaman di Kabupaten Jayawijaya untuk menikmati listrik akhirnya mulai terwujud. Setelah bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan tanpa penerangan memadai, kini cahaya mulai hadir di Kampung Yelelo, Distrik Pupoga, Jumat (20/3/2026).
Program pemanfaatan Dana Desa menjadi titik balik perubahan. Di bawah kepemimpinan Bupati Atenius Murip, pembangunan infrastruktur dasar mulai menyentuh wilayah terpencil yang selama ini terpinggirkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kampung Yelelo, Solaiman Lokobal, mengungkapkan bahwa kebutuhan listrik menjadi aspirasi utama masyarakat. Melalui kesepakatan bersama dan dukungan pemerintah daerah, jaringan listrik berhasil ditarik dari distrik hingga ke permukiman warga.
“Ini adalah kebutuhan mendesak masyarakat. Dengan Dana Desa, kami berupaya menghadirkan listrik agar warga bisa merasakan perubahan nyata,” ujar Solaiman.
Ia menjelaskan, proyek tersebut didanai melalui alokasi Dana Desa sebesar Rp150 juta. Anggaran itu digunakan untuk pengadaan kabel dan instalasi jaringan listrik yang kini telah menjangkau rumah-rumah warga.
“Walaupun masih sederhana, ini menjadi langkah awal penting dalam mendorong peningkatan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah kampung, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga masyarakat yang turut bergotong royong mewujudkan program tersebut.
Desa Yalelo Masih Berjuang: Listrik Ada, Tapi Belum Layak
Di tengah kemajuan Kampung Yelelo, kondisi berbeda masih dirasakan warga Desa Yalelo. Mereka saat ini tengah berupaya menghadirkan listrik secara swadaya, namun menghadapi berbagai keterbatasan serius.
Beberapa kendala utama yang dihadapi antara lain:
Jarak jaringan yang mencapai lebih dari 10 kilometer, menyebabkan distribusi listrik tidak stabil
Kapasitas daya terbatas, hanya cukup untuk penerangan lampu
Keterbatasan material, terutama tiang listrik besi dan kabel berukuran besar
Perwakilan warga, Frengki Lokobal, berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan dukungan.
“Kami sudah berusaha secara swadaya, tapi untuk jangka panjang kami butuh bantuan material standar agar listrik bisa stabil dan aman,” ujarnya.
Ia juga berharap perhatian langsung dari Bupati Jayawijaya agar pembangunan listrik di Yalelo dapat menyusul seperti di Yelelo.
Harapan Akan Infrastruktur Permanen
Masyarakat Yalelo mendesak adanya intervensi pemerintah melalui instansi terkait untuk menghadirkan jaringan listrik permanen sesuai standar.
Menanggapi hal tersebut, Solaiman Lokobal menegaskan pihaknya akan menyampaikan aspirasi warga ke pemerintah kabupaten.
“Kami akan terus mengupayakan agar kebutuhan ini bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui instansi terkait,” tegasnya.
Cahaya yang Baru Menyala
Hadirnya listrik di Kampung Yelelo menjadi simbol awal perubahan di wilayah pedalaman Jayawijaya. Namun di sisi lain, kisah Yalelo menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi pekerjaan besar yang harus segera dituntaskan.
Jika dukungan berkelanjutan diberikan, bukan tidak mungkin seluruh kampung di pelosok Papua Pegunungan akan segera keluar dari gelap menuju masa depan yang lebih terang.
Penulis : Wenda
