Ngawi — mediamataekangindonesia.com
Hujan deras disertai angin kencang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Ngawi, Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan pohon tumbang, banjir luapan, serta kerusakan rumah warga hingga memaksa dua orang mengungsi.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Widodaren, Kecamatan Ngawi, dan Kecamatan Kedunggalar. Intensitas hujan yang tinggi dalam durasi cukup lama memicu sejumlah kejadian darurat di beberapa titik permukiman dan akses jalan.
Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi, Partoyo, menjelaskan bahwa angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Dusun Nglongkeh, Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, serta di Dusun Napel, Desa Kerek, Kecamatan Ngawi. Pohon tumbang tersebut sempat menutup akses jalan dan menghambat aktivitas warga.
Selain itu, satu rumah milik Ngatimin (38), warga Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren, dilaporkan mengalami kerusakan setelah tertimpa pohon akibat terpaan angin kencang.
Sementara di Kecamatan Kedunggalar, luapan air merendam rumah Misinah (56) di Dusun Melok Kulon, Desa Sirigan, serta rumah Widodo (69) di Dusun Bulakrejo, Desa Katikan. Dari total tiga rumah yang terdampak, dua di antaranya mengalami kerusakan berat dan nyaris roboh, sehingga penghuninya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerusakan material cukup signifikan,” ujar Partoyo.
BPBD Ngawi memastikan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang mendapat arahan dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen, penanganan darurat, serta pembersihan material pohon tumbang.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan, mengingat intensitas hujan dan angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Ngawi dan sekitarnya.

Penulis : Har

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *