PALEMBANG — Ratusan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Keluarga Pedagang Bersatu (PKPB) Pasar 16 Ilir menyatakan tekadnya mendukung program penataan kawasan Pasar 16 Ilir. Termasuk rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang yang bakal mendirikan tenda sebagai lokasi berdagang sementara bagi pedagang.
“Kami menepis isu yang katanya ada pungli dalam pembuatan tenda, itu bukan pungli melainkan hasil kesepakatan kami seluruh pedagang. Karena yang akan menempati tenda itu kami dan kami berterima kasih Pemkot Palembang melalui Perumda Pasar mau memfasilitasi dan tetap memberikan tempat bagi kami,” tegas Syamsul Bahri selaku Ketua PKPB Pasar 16 Ilir, kemarin (22/7).
Sebelumnya, sempat beredar kabar jika para pedagang dimintai uang sebesar Rp1,75 juta sebagai biaya pembuatan tenda untuk lokasi berdagang sementara.
Tapi, belakangan diketahui jika besaran uang tersebut sudah merupakan hasil kesepakatan dari para pedagang yang dikoordinir oleh Diki Haitami.
“Kami butuh cepat dan butuh kepastian sebagai tempat kami untuk menghargai dagangan. Karena dari yang kami dapatkan informasi upaya Pemkot untuk mengajak sejumlah BUMN dan BUMD agar ikut membantu membuat tenda bagi kami sepertinya tak berjalan sesuai dengan harapan,” beber Syamsul.
Syamsul menyebut sangat memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Ratu Dewa sebagai Walikota Palembang yang telah secara persuasif melakukan penataan pedagang di Pasar 16 Ilir. Yang sebelum ini mendengar kata-kata penertiban saja membuat para pedagang merasa takut dan khawatir karena terkait periuk nasi mereka dan keluarga.
Meski begitu, diakui Syamsul ada segelintir pedagang yang merasa khawatir ini akan menjadi lahan pungli.
Hal senada disampaikan oleh salah seorang pedagang, Herlina yang mengaku merasa bersyukur akhirnya ada kepastian terkait pembangunan tenda sebagai lapak berdagang sementara bagi pedagang di Pasar 16 Ilir.
“Alhamdulillah melalui Pak Diki beliau mengakomodir keinginan pedagang agar segera didirikan tenda untuk tempat kami berdagang. Tidak ada paksaan apapun bahkan kami sangat terbantu semoga saja ini bisa segera dapat direalisasikan,” imbuh Herlina disambut teriakan dukungan dari sejumlah pedagang Pasar 16 Ilir lainnya.
Sebelumnya, rencana penataan kawasan Pasar 16 Ilir telah dimulai oleh Sat Pol PP Kota Palembang.
Kawasan yang sebelumnya dikenal semrawut dan macet saat ini perlahan tapi pasti mulai berubah.
Kendaraan bermotor yang sebelumnya tak bisa lewat akibat pedagang yang menggelar dagangannya di badan jalan.kita bisa melintas.
“Sesuai dengan arahan Pak Walikota kami melakukan penataan bukan penertiban. Pedagang ini akan kita geser di sepanjang bahu jalan, disiapkan tenda agar lebih tertata rapi,” imbuh Pelaksana Tugas (Plt) Kasat Pol PP Kota Palembang, Dr Herison beberapa waktu lalu.(Adi Simba)
