Mediamataelangindonesia.com-Wilayan Pulau Weh
SABANG, Rabu 23 Juli 2025 – Situasi kelangkaan beras mulai memicu kekhawatiran di kalangan pedagang dan masyarakat Kota Sabang. Dalam pantauan langsung tim media di beberapa titik pusat distribusi dan kios kebutuhan pokok, terungkap bahwa pasokan beras sudah dua minggu terakhir tidak masuk ke toko-toko grosir maupun eceran. Hal ini berdampak pada menipisnya stok dan meningkatnya keresahan konsumen.
Di salah satu toko sembako di Seputaran Kawasan Sabang, Beberapa barang kebutuhan lain seperti minyak, gula, dan mie instan masih terlihat cukup. Namun, stok beras yang biasanya melimpah kini hampir habis. Sejumlah pedagang mengaku belum mendapatkan distribusi dari pemasok tetap mereka, tanpa kejelasan alasan keterlambatan tersebut.
“Kami sangat terganggu. Sudah dua minggu tidak ada pasokan beras,Bila Ada Masuk Beras Konsumen Akan Membeli 10 Sat Beras Bila Pasokan Beras Di Beberapa Toko Di Kota Sabang,Pelanggan banyak yang kecewa, dan kami juga tak tahu harus bilang apa selain menunggu,” ungkap salah satu pedagang saat ditemui awak media di lokasi.
Tak hanya pedagang, para pembeli yang ditemui di lapak sayur dan pasar harian juga menyampaikan keresahan serupa. Ketiadaan beras di pasar mulai berdampak pada naiknya harga di tingkat pengecer, dan dikhawatirkan akan terus memburuk jika tidak ada intervensi dari pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak media belum mendapat keterangan resmi dari Dinas Perdagangan maupun instansi terkait lainnya seperti Bulog Sabang. Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera turun ke lapangan untuk menelusuri penyebab terhambatnya distribusi beras dan mengambil langkah konkret untuk menjaga kestabilan harga serta pasokan.
“Sampai sekarang belum ada penjelasan dari dinas. Tapi suara rakyat sudah jelas—kami butuh solusi cepat. Ini menyangkut kebutuhan pokok,” tegas seorang warga di pasar.
Situasi ini menjadi pengingat penting bahwa ketersediaan bahan pangan seperti beras bukan sekadar urusan logistik, tapi juga menyangkut ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat. Langkah cepat, tegas, dan transparan dari pemerintah sangat diharapkan sebelum kondisi semakin memburuk.
(Tim Liputan Sabang | Redaksi Media Mei-Eric Karno)
