WhatsApp Image 2025-07-16 at 16.23.14

Mediamataelangindonesia.com-Wilayah Pulau Weh
SABANG, 16 Juli 2025 – MTsN Sabang menghadirkan suasana religius dan penuh makna pada penutupan kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) tahun ajaran 1447 H/2025. Puncak kegiatan ini ditandai dengan pelaksanaan tradisi Peusijuk atau tepung tawar kepada para siswa baru, Selasa pagi (16/07).

Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan tokoh ulama kharismatik Kota Sabang, Tgk. H. NAZARUDDIN, S.Pd.I., atau yang akrab disapa Abi Nazar, Pimpinan Dayah Sirajul Munir Al-Aziziyyah, Gampong Cot Abeuk, Kecamatan Sukajaya. Beliau hadir bersama Imam Masjid Muda Kota Sabang Tgk. MUCHTAR ANDHIKA serta rombongan dewan guru dayah.

Prosesi Peusijuk dilaksanakan di Aula MTsN Sabang dan diawali dengan tausiyah singkat oleh ABI NAZAR yang menyampaikan pentingnya menanamkan adab, semangat menuntut ilmu, serta menjaga akhlak sebagai pondasi utama generasi muda dalam meraih kesuksesan dunia dan akhirat.

Kepala MTsN Sabang, MUHAMMAD NASIR, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran para ulama serta dukungan yang diberikan terhadap pendidikan madrasah.

“Alhamdulillah, kegiatan MATSAMA hari ketiga yang merupakan penutupan ini, menjadi sangat istimewa karena diwarnai dengan tradisi Peusijuk. Kami sangat berterima kasih kepada Abi Nazar dan seluruh rombongan dari Dayah Sirajul Munir Al-Aziziyyah yang telah berkenan hadir, memberikan tausiyah, memimpin doa, dan mendoakan anak-anak kami. Ini bukan sekadar seremonial, tapi simbol harapan besar kami agar seluruh siswa baru memulai langkah belajar dengan keberkahan dan semangat,” ujar Kamad.

Lebih lanjut, MUHAMMAD NASIR, menyatakan bahwa tradisi Peusijuk atau tepung tawar yang diambil dari nilai-nilai pesantren akan menjadi budaya yang coba terus dihidupkan di lingkungan madrasah.

“Tradisi ini masih jarang dilakukan di sekolah formal, namun kami percaya bahwa penguatan karakter dan nilai-nilai spiritual adalah bagian tak terpisahkan dari dunia pendidikan. Semoga tradisi seperti ini bisa kami lanjutkan di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Abi Nazar, yang diaminkan secara khusyuk oleh seluruh siswa, dewan guru, dan undangan yang hadir. Momen ini juga diwarnai haru ketika beberapa siswa terlihat mencium tangan para Tgk sebagai simbol hormat dan harapan akan bimbingan spiritual yang kuat dalam menempuh pendidikan mereka.

Kehadiran tokoh-tokoh agama dalam lingkungan madrasah ini dinilai sebagai sinergi penting antara dunia pendidikan formal dengan nilai-nilai dayah (pesantren), yang menjadi identitas kuat masyarakat Aceh, khususnya di Kota Sabang.

Demikian Laporan Pantauan Media Mata Elang Indonesia Com Wilayah Sabang Kabiro Eric Karno Di Lapangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *