BIREUEN – Suasana penuh haru menyelimuti pemukiman transmigrasi Buket Ceurana, Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Kamis (3 Juli 2025), saat peletakan batu pertama Masjid Jabal Rahmah akhirnya terlaksana setelah bertahun-tahun menjadi impian yang nyaris tak tergapai.
Langit Buket Ceurana menjadi saksi ketika tangan renta Abu Tanjong Bungong, ulama sepuh penuh kharisma dari Aceh, meletakkan batu pertama dengan penuh keteduhan. Dalam isak tangis masyarakat yang hadir, beliau juga memimpin pengukuran arah kiblat dengan metode klasik yang diwarisi dari para ulama terdahulu, dipadukan dengan alat modern, sebagai bentuk kesungguhan dalam mendirikan rumah Allah yang lurus arah dan lurus niatnya.
Warga meneteskan air mata—bukan karena duka, tapi karena bahagia bercampur haru. Masjid yang dulu hanya sebatas angan, kini mulai berdiri. Bagi masyarakat Buket Ceurana, yang sebagian besar adalah transmigran, ini bukan sekadar bangunan, tapi simbol perjuangan, keyakinan, dan harapan.
“Sudah lama kami mendambakan masjid ini, sejak kami pertama tiba di sini. Hari ini, doa kami dijawab Allah,” ujar salah satu warga dengan suara bergetar, tak kuasa menahan tangis.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua HUDA Kabupaten Bireuen, Abati Muzakir, serta para tokoh ulama, akademisi, dan masyarakat sekitar. Semuanya bersatu dalam satu semangat: membangun masjid sebagai pusat cahaya iman dan tempat menyemai generasi yang bertakwa.
Selepas maghrib, masyarakat kembali berkumpul. Kali ini untuk syukuran dan zikir akbar yang dilangsungkan setelah salat Isya yang di Pimpin Oleh Tgk Syeh Ansharullah. Di tengah temaram cahaya lampu seadanya, lantunan zikir dan doa mengalun, menyatu dengan isak haru dan desah harapan serta mengajak semua yang hadir menundukkan hati dan bersyukur atas karunia yang tak ternilai ini.
Tak ada kemewahan. Hanya hamparan tikar, nasi sederhana, dan hati yang penuh syukur. Tapi di situlah letak kekuatan mereka. Dengan kebersamaan, keikhlasan, dan semangat yang tak pernah padam, warga Buket Ceurana membuktikan bahwa cita-cita besar bisa diwujudkan dengan tekad dan doa yang tak pernah putus.
Esok, salat Jumat pertama akan dilaksanakan di masjid ini, meski bangunan belum sempurna. Abi Saifuddin Muhammad, Ketua MPU Kabupaten Bireuen, dijadwalkan menjadi khatib dan imam. Ini bukan hanya salat Jum’at biasa, tapi menjadi tanda dimulainya lembaran baru sejarah keislaman di Buket Ceurana.
Masjid Jabal Rahmah bukan hanya tempat ibadah. Ia akan menjadi rumah harapan, tempat belajar, tempat mengadu, dan tempat tumbuhnya cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.
Hari ini, di Buket Ceurana, batu pertama yang ditanam bukan hanya pondasi masjid, tapi juga pondasi cinta, iman, dan perjuangan.
Sumber : Ustadz El Yamani
Editor : CM Cek Mad
