PALEMBANG – Warga Kelurahan Keramasan, Kecamatan Seberang Ulu 1, Palembang, menuntut perbaikan darurat Jembatan Keramasan (Jembatan Beli) yang telah rusak parah selama puluhan tahun. Lantai jembatan yang terbuat dari kayu sudah lapuk, berlubang, dan bergoyang setiap kali dilintasi kendaraan, membuat warga khawatir akan keselamatan mereka.
Masyarakat merasa pemerintah setempat tidak peduli dengan kondisi jembatan yang berpotensi menyebabkan tragedi kemanusiaan. “Kami mempertanyakan ke mana larinya anggaran pemeliharaan infrastruktur untuk wilayah Seberang Ulu 1,” ujar salah satu warga.
Warga menuduh adanya pembiaran massal dan ketimpangan pembangunan, karena pusat kota dipercantik sementara akses vital di wilayah mereka dibiarkan membusuk. “Apakah harus terjadi korban jiwa dulu baru ada perbaikan?” tanya warga.
Mereka mendesak Dinas PUPR, Pemkot Palembang, dan Pemprov Sumsel untuk melakukan audit struktur dan perbaikan darurat sebelum jembatan ambruk. “Kami bosan dengan janji atau sekadar survei tanpa realisasi. Jembatan ini adalah urat nadi kami,” tegas salah satu tokoh masyarakat, Kamis (19/02). (Nanda SH)
