CIMAHI, – Hari pertama Ramadan langsung diwarnai fenomena “war takjil” yang kembali marak di berbagai daerah, termasuk di Kota Cimahi.
Antusiasme warga berburu hidangan berbuka puasa terlihat jelas di bazar takjil yang digelar di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.
Sejak sore hari, ratusan warga mulai memadati area bazar. Mereka datang lebih awal demi memastikan tidak kehabisan menu favorit. Tradisi berburu takjil yang kini populer dengan istilah war takjil mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap ragam kuliner khas Ramadan.
Pantauan di lokasi pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 16.20 WIB menunjukkan hampir seluruh lapak dipenuhi pembeli. Beragam sajian, mulai dari kuliner tradisional hingga makanan modern, laris diserbu pengunjung. Sejumlah pedagang bahkan terlihat kewalahan melayani antrean panjang.
Menu seperti kolak pisang, es buah, gorengan, kurma, hingga jajanan kekinian menjadi incaran utama warga. Tidak sedikit pengunjung membeli dalam jumlah banyak untuk kebutuhan keluarga di rumah.
Salah seorang pengunjung, Ani (29), warga Cihanjuang Rahayu, mengaku sengaja datang lebih awal agar dapat leluasa memilih menu berbuka.
“Saya beli dimsum, asinan, cilung, kolak, dan lainnya. Ini juga belum selesai,” ujarnya sambil tersenyum.
Menurutnya, bazar takjil Pemkot Cimahi selalu menjadi destinasi rutin setiap Ramadan karena pilihan makanan yang beragam dengan harga terjangkau serta lokasi yang mudah diakses.
“Makanannya bermacam-macam dan enak-enak. Harganya juga masih terjangkau, apalagi akses ke sini mudah,” katanya.
Ia menambahkan, berburu takjil menjadi bagian dari aktivitas ngabuburit yang menyenangkan. Di tengah aktivitas yang cenderung berkurang selama puasa, suasana bazar yang ramai justru menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Fenomena war takjil di hari pertama Ramadan ini tidak hanya menunjukkan tingginya daya beli masyarakat, tetapi juga menggambarkan geliat ekonomi mikro yang kembali bergerak. Bazar takjil menjadi ruang pertemuan antara tradisi, kebersamaan, sekaligus peluang usaha bagi pelaku UMKM lokal.
Ramadan tahun ini pun diawali dengan semarak. Di Kota Cimahi, berburu takjil bukan sekadar soal menu berbuka, melainkan tradisi yang memperkuat interaksi sosial dan menghidupkan denyut ekonomi masyarakat.
(Riani)
